Setiap produk pemikiran ada tempatnya sebagaimana setiap tempat atau ruang ada pandangan yang relevan. Jika suatu pandangan lahir dalam ruang yang tepat maka pendapat tersebut menemukan ruang dan momentumnya yang tepat pula. Sebuah pandangan yang baik namun lahir dalam ruang dan momentum yang kurang tepat akan menimbulkan reaksi bahkan penolakani.
Ikhtiar mencegah mudarat sebaiknya ditunda apabila berpotensi menimbulkan mudarat yang lebih berat. Pandangan yang baik tidak serta merta harus dipublikasikan sebelum menemukan ruang dan momentumnya. Terkadang harus ditunda sampai menemukan ruang dan momentumnya yang pas agar menghadirkan kemaslahstan khalayak (al-maslahat al-'ammah).
Ada baiknya kita belajar dari cara Allah. Dia berkuasa mewahyukan sekaligus Alquran kepada Rasulullah. Akan tetapi kenyataannya, ayat-ayat Alquran diturunkan secara bertahap dalam tempo kurang lebih 23 tahun turun pada setiap momentum dan ruangnya sendiri-sendiri. Hal inilah yang kemudian disebut sababun nuzul atau asbabun nuzul dan makkiyyah-madaniyyah. Dalam studi hadis pun dikenal asbabul wurul.
Pemahaman teks primer Islam (Alquran dan Hadis) yang memisahkan dari momentum historis lahirnya teks-teks tersebut, dapat menimbulkan pemahaman yang tidak relevan. Sehingga, pemahaman yang dihasilkan terkesan mengabaikan ruang dan momentum padahal boleh jadi tujuannya sangat baik.
Dalam mengambil kesimpulan-kesimpulan hukum Islam pun demikian. Ada beberapa variabel yang mesti diperhatikan antara lain :keadaan, tempat (ruang), zaman (momentum). Sambil memperhatikan aspek-aspek tersebut, prosedur pengambilan kesimpulan (istimbat) hukum berupa kaidah -kaidah fiqhiyah dan cara penggunaannya diterapkan. Sehingga hasilnya dapat diukur berdasarkan timbangan ilmiah. Perdebatan akan sampai pada satu titik temu, atau paling tidak, saling memahami dan saling menghormati.
---------
Permusuhan adalah target dan keinginan setan. "Sesungguhnya setan hanyalah menghendaki terjadinya permusuhan di antara kalian... (al-Maidah : 91). Kontestasi atau persaingan tak jarang berubah bentuk menjadi permusuhan di antara sesama anak manusia. Kalau setan sudah berhasil mengubah persaingan menjadi permusuhan maka yang menang jadi arang, yang kalah jadi abu. Pemenang sesungguhnya hanyalah setan.
Sebab, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Demikian petunjuk Alquran.
---------
Jatuh bangun hampir dialami oleh semua manusia. Betapa banyak biografi orang sukses ditulis dengan mengisahkan penderitaannya di masa lalu. Bahkan, orang-orang sukses sering bangga mengisahkan liku-liku hidup dan penderitaannya di masa lalu.
Mereka beralasan bahwa kisah-kisah itu ditulis dengan rapi dan dipublish agar menjadi 'ibrah (inspirasi) bagi generasi setelahnya. Hal ini juga menjadi pola Alquran. Kisah-kisah para nabi dan rasul dan orang bijak (misalnya luqman al-hakim) yang selanjutnya ditetapkan menjadi salah satu nama surah dalam Alquran, yaitu surah Luqman. Tidak hanya mereka, bahkan kisah para pendosa dan penentang rasul pun dimuat, seperti Fir'aun.
Alquran menggunakan pola pembelajaran dalam bentuk kisah, yang selanjutnya diabadikan dalam salah nama surah Alquran, yaitu surah al-Qasas (kisah-kisah). Serpihan cerita mengandung makna bagaimana belajar mengambil hikmah dan menjadi bijak dalam bersikap.
Para sahabat disebut 'sahabat Nabi', karena kesetiaan mereka dalam duka dan suka yang dialami oleh Nabi dalam perjalanan dakwahnya. Abu Bakar rela tidak membangunkan Nabi saat tertidur dalam persembunyian di dalam satu gua karena kelelahan yang dirasakan Nabi, meski Abu Bakar kesakitan dipatok seekor ular kakinya demi menjaga Nabi dari kejaran orang kafir.
Seperti kesetiaan Abu Bakar, Umar bin Khattab pun siap mempertaruhkan nyawanya untuk menolong Nabi saat dihalangi untuk hijrah ke Yatsrib (kini namanya Madinah). Demikian puja Ali yang siap menggantikan tempat tidur Nabi - yang juga nyawa taruhannya - demi memuluskan strategi perjalanan hijrah Nabi dari upaya kaum kafir untuk menghalanginya Demikian pula Usman bin 'Affan yang rela mengorbankan dan mewakafkan kepemilikan hartanya untuk Islam membantu Nabi dalam melancarkan dakwahnya. Bahkan istri Nabi, Khadijah al-Kubra' seorang wanita kaya yang kemudian menghabiskan hartanya demi menyokong dakwah Islam.
Singkatnya, sahabat adalah orang-orang yang hadir di saat suka dan duka, di saat butuh dan dibutuhkan, saat anda sukses dan terpuruk, saat anda naik reputasi atau saat jatuh terjungkal. Saat orang tidak mempercayaimu dan hendak menjatuhkanmu, menceritakan kejelekanmu, seorang sahabat merapat dan melihat sisi kebaikan dan potensimu. Ia hadir mendukung visi dan misi hidupmu yang positif. Reputasimu pun naik karenanya, maka rawatlah hubungan itu, mungkin itu manusia yang dikirim Allah untukmu atau boleh jadi engkau diorbitkan Allah untuk dia.
-----------
1. Ban dalam. Pada mobil dan kendaraan darat lainnya, ada bagian yang terkadang tidak tampak, posisinya di bawah, menentukan mobil/kendaraan dapat berjalan atau tidak. Saat ban terpisah dari bagian lainnya pun masih dapat dimanfaatkan. Dalam kondisi yang sangat genting, termasuk ketika banjir, ia masih dapat dimanfaatkan sebagai pelampung.
2. Cergen. Saat kemarau cergen sering diisi air untuk menampung air bersih untuk berbagai keperluan, terutama untuk air minum. Saat banjir melanda, cergen kosongkan lalu ditutup sedapat mungkin untuk dijadikan pelampung, dan telah terbukti mengantar keselamatan banyak orang.
Dalam hidup ini, terkadang ada orang yang kurang diperhitungkan, namun mereka lebih siap mempertaruhkan nyawanya untuk menolong saudaranya yang membutuhkan. Saat situasi normal, mereka jarang dijadikan perbincangan mengenai kontribusinya, apalagi pengaruhnya, namun keberadaannya sangat bermanfaat, ia hadir saat situasi yang genting (termasuk ketika banjir).
--------
Curang dalam Menguliti Kambing = Korupsi
************************************************
Seseorang yang bertugas menguliti kambing biasanya diberi hak atau bagian untuk mengambil kulit kambing tersebut. Selanjutnya, terserah, dia jual atau diolah dan dimanfaatkan. Itu haknya. Tugasnya adalah bekerja memisahkan kulit dan dagingnya dengan hati-hati, tidak curang sedikit pun.
Dalam memisahkan kulit dari daging dan bagian yang lainnya, dia harus menjaga kepercayaan orang yang mempekerjakannya untuk menguliti kambing tersebut. Ia harus berhati-hati, agar tidak mengambil sedikit pun daging kambing tersebut. Tidak ada haknya kecuali kulitnya semata.
Mengambil sedikit saja selain kulitnya, itu disebut gulul ( غلول atau korupsi). Mengambil sedikit saja -apalagi banyak- dari bagian selain kulit kambing itu, termasuk teririsnya sedikit daging itu dan bercampur antara yang hak (kulit) dan yang bukan haknya (selain kulit). Akibatnya, Menjadikan status kulit terkontaminasi oleh kecurangan mengambil daging meski sedikit, menjadi tidak bersih.
Kewajiban dia adalah memisahkan kulit dan dagingnya. Haram hukumnya apabila ia mengambil/mengiris sedikit pun dagingnya. Ia wajib menyerahkan secara utuh dagingnya kepada si pemiliknya. Haknya adalah mengambil kulitnya saja.
Demikian pula, orang yang dititipi amanah (jabatan) apapun, ia tidak boleh curang mengambil lebih dari haknya. Kalau menjadi pekerja menguliti kambing saja itu amanah memisahkan kulit dari dagingnya, apatah lagi mengemban amanah sebagai pejabat publik. Tanggung jawabnya lebih besar, tidak hanya terhadap KPK tapi lebih lebih di hadapan Allah. Apalagi bermain-main mencari dalil pembenaran untuk mengubah dan mengabsahkan sesuatu yang bukan haknya.
-------
Mengapa Anda Kecewa saat tujuan dan keinginan tidak tercapai? Kekecewaan lebih dekat dengan ketidaktercapaian harapan dan keinginan. Inilah keadaan yang umum. Bahkan ada pula yang berakibat dengan putus-asa. Inilah keadaan yang paling buruk. Andaikan seseorang memahami hikmah di balik setiap keterhalangannya dari cita-citanya maka ia berbahagia. Bahkan, ketercegahan untuk meraihnya adalah pemberian dan pencapaian itu sendiri.
Dalam sebuah kisahnya, seorang berusia paruh baya bercerita. Ia pernah mengamuk di sebuah bandara, lantaran pesawatnya terbang sebelum ia sampai di bandara. Setiba di bandara ia langsung mengamuk dan menghardik sopir taksi yang mengantarnya dan petugas bandara. Akhirnya, ia ditenangkan oleh beberapa petugas bandara.
Berselang beberapa jam ternyata ada kabar bahwa pesawat yang baru saja meninggalkannya itu mengalami kecelakaan dan penumpangnya mengalami kecelakaan meninggal dunia. Hikmahnya adalah bahwa mungkin keterlambatannya merupakan jawaban atas doanya agar ia selamat. Yang bersangkutan pernah berdoa kepada Allah sebelum berangkat agar ia diselamatkan dalam perjalanan. Karena itu, cara Allah menyelamatkan adalah dengan membuatnya ia terlambat mencapai pesawat tersebut.
----------
Kesehatan merupakan impian setiap orang. Kesehatan juga bisa jadi merupakan jawaban dari berbagai macam doa. Mungkin ada orang bahkan Anda pernah berdoa, semoga Allah memberikan rezeki berupa uang atau materi lainnya. Namun, Anda dan keluarga hidup sehat wal afiat, dengan begitu itu Anda tak perlu menghabiskan uang/materi dan waktu untuk berobat. Dengan begitu, Harta anda terjaga, dan batin Anda tenang, bukan?. Dan dengan kesehatan, Anda memiliki kesempatan untuk bekerja menjemput rezeki setiap hari. Padahal, mungkin saat Anda berdoa meminta rezeki, Anda lupa meminta kesehatan, namun Allah tetap memberimu kesehatan.
Kadang kita tidak sadar, doa kita telah diterima,. Kita terlalu fokus pada apa yang kita minta, namun lalai menyadari bahwa Allah memberikan yang lebih baik daripada apa yang kita minta, bahkan yang tidak sempat kita minta padahal sangat dibutuhkan. Bukankah orang sakit saat menderita satu jenis penyakit saja kadang harus mengeluarkan uang miliaran jumlahnya, apalagi jika ia menderita lebih dari satu penyakit.
Memang, nikmat kesehatan kadang tak disadari pentingnya saat ia masih menjadi "mahkota" di atas kepala (saat sehat). Orang yang paling sadar akan pentingnya kesehatan adalah mereka yang sedang menderita sakit. Ini sejalan dengan pernyataan "الصحة تاج على رءوس الأصحاء لا يراه إلا المرضى Artinya: "kesehatan itu adalah mahkota (yang diletakkan/dipasangkan di atas kepala orang-orang sehat. Ia tidak dilihat, kecuali oleh orang-orang yang sakit".
----------
Jika Anda tidak ingin kehilangan sesuatu maka janganlah mengejar sesuatu yang akan lenyap. Jangan bersandar pada makhluk karena makhluk itu akan lenyap (ibnu Atha'illah dalam al-Hikam). Bersandar dan bergantunglah hanya pada Allah. Dia adalah al-Shamad, satu-satunya tempat bergantung.
Jika suatu nikmat mendatangimu, ucapkanlah "welcome", selamat datang, dan bersyukurlah pada yang mengirim kebaikan padamu. Jika kebaikan itu sudah waktunya berpisah denganmu maka bersabarlah, dan lapangkanlah jalan kebaikan berikutnya untuk mendatangimu.
Manusia diuji dari dua sisi. Diberi nikmat untuk menguji, apakah ia bersyukur atau kufur nikmat. Diberi musibah untuk menguji, apakah ia bersabar atau berkeluh kesah. Betapa banyak manusia sadar merasa diuji saat didatangi musibah. Namun, betapa banyak pula manusia yang lalai dan gagal saat diuji dengan nikmat. Tak ada ruang, waktu, dan keadaan dalam hidup ini, kecuali itu hanyalah ujian semata.
--------
Tatkala Anda kecewa karena gagal, boleh jadi Allah sedang menyapamu dengan kelembutanNya. Dia mengajarkan akidah yang mantap bahwa hanya kepada-Nya tempat bergantung dan berharap. Sedangkan akidah yang mantap itu lebih tinggi nilainya daripada apa yang membuatmu kecewa. Letakkan harapan pada Yang tidak pernah membuatmu kecewa. "DIA (Allah)tempat bergantung" (Q.s. al-Ikhlas ayat 2).
--------
Saat kanak-kanak kita tak punya kemampuan (semua hanya bergantung). Saat remaja punya kemauan dan kesempatan tapi belum punya kemampuan. Saat produktif/sudah kerja ada kemampuan tapi belum tentu ada kesempatan. Saat pensiun punya kesempatan dan materi namun tak punya kemampuan lagi.
Berkumpulnya nikmat motivasi, kesempatan, dan kemampuan pada seseorang adalah nikmat yang langka namun sering melalaikan. Bila mendapatkannya secara bersamaan maka keadaan itu merupakan nikmat besar yang mesti disyukuri dan dimanfaatkan. Bila lalai, itu kerugian besar. (terinspirasi Qs. Al-'Ashr).
---------
Bahagia dan sedih datang bergantian? Ucapkan "welcome" padanya. Terima saja! Jika ia ingin pergi, lepaskan saja sepenuhnya, dan ucapkan selamat jalan. Akan ada kebahagian dan kesedihan berikutnya yang segera menyusul. Dunia bukan tempat keabadian, melainkan penuh kesementaraan. Hari ini Anda bahagia atas kelahiran bayi, mungkin hari-hari berikutnya akan ada berita kematian yang menyedihkan.
Kekhawatiran, apalagi enggan menyambut kesedihan atau kekhawatiran yang berlebihan akan perginya kebahagiaan dari diri Anda adalah beban. Kesalahan diri sendiri atau orang lain, bukan untuk dilupakan, melainkan untuk dijadikan pelajaran dan dimaafkan. Memaksakan diri untuk melupakan atau enggan memaafkan selamanya hanya akan menambah beban.
---------
Mengecheck daftar keinginan merupakan pekerjaan yang hampir terlupakan dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, setiap saat daftar keinginan bertambah. Setiap pertambahannya dapat menjadi beban baru.Ada yang mendesak dan ada pula biasa-biasa saja. Ada yang berakhir dengan sendirinya tertimbun dalam hayalan. Ada pula yang mendorong dengan kuat menjadi ambisi.
Pernahkah kita mengecek kesesuaian antara daftar keinginan itu dengan daftar amal-amal yang Allah ridhai yang termaktub dalam Kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya? Ataukah, itu hanya lahir dari keinginan hawa nafsu belaka? Jika belum, maka tentu ridha dan taufik Allah belum menjadi tujuan dari amal-amal kita. Padahal,".... sesungguhnya amal-amal itu bergantung pada tujuannya (niat pelakunya...").Demikian Nabi Saw. mengabarkan.
Setiap orang menginginkan kebahagiaan. Ada yang berkata, jika Anda masih menginginkan kebahagiaan maka sesungguhnya itu tandanya Anda belum bahagia. Jika Anda berhenti menginginkan kebahagiaan maka Anda sedang bahagia seutuhnya. Bahagia itu, puncaknya jika Anda ridha terhadap apa yang Allah ridhai, dan Allah meridhai apa yang Anda ridhai (radhiyatan mardhiyatun).
---------
MEMAKNAI IHRAM
Ihram merupakan salahsatu rukun hajji. Meninggalkannyamengakibatkan hajji tdk sah. Dengan berihram, seseorang telah berada pada anak tangga pertama mendapatkan kedudukan sebagai tamu Allah. Tujuannya semata-mata memperoleh ridha-Nya, bukan yg lain.
Ketika mengenakan pakaian ihram -=dengan penuh kesadaran -, para tamu Allah hendaknya menanggalkan pakaian sehari-hari yg merupakan simbol dan atribut kebesaran, pembeda antara satu dengan yg lainnya. Kenakan pakaian ihram sebagai simbol persamaan, menyandang status yg sama sebagai "dhuyuufur Rahmaan" (tetamu Allah).
Ihram adalah star/awal menyatakan tekad (niat) untuk mematuhi ketentuan, termasuk menghindari larangan-larangan selama menjalani ihram hajji hingga larangan itu berakhir (tahallul). Secara spritual, Ihram menandakan ketaatan penuh dan kepasrahan total kepada-Nya (sebagai esensi dari makna Islam).
Secara sosial, ketika berihram, dilarang berkata kotor, fasik, dan berbantahan. Larangan ini engkau indahkan meski sudah kembali ke tanah airmu. Ihram melambangkan persamaan dan kedamaian. Ia juga melambangkan kasih sayang tanpa batas termasuk kepada tumbuhan dan binatang. Jangan cabut pohon dan jangan berburu atau membunuh binatang selama ihram berlangsung.
Jagalah pesan ihram itu baik saat berihram maupun setelah kembali ke tanah airmu. Insya Allah, kepulangan engkau dinanti manusia sebagai pembawa kedamaian. Engkau dinanti oleh tumbuhan dan binatang untuk kembali menjadi pelindungnya. Engkau kembali ke negerimu sebagai duta rahmatan lil alamiin. Semoga!
--------
Awal keberadaan kita di dunia tak punya apa-apa. Kemudian punya nama pemberian kedua orangtua . Pakaian pun diberikan dan dikenakan untuk menutupi tubuh Ilmu dan pengalaman ditransfer dari orang lain. Tak punya apa-apa, kecuali hanya membawa potensi (fitrah) pemberian Tuhan. Semuanya hanya pemberian.
Lalu, tumbuh beranjak remaja, dan dewasa, serta mandiri. Potensi kita mengalami dinamika, berkembang. Obsesi dan naluri "kepemilikan" juga mendorong untuk berkerja untuk memiliki banyak hal. Ingin memiliki pasangan hidup, keturunan, harta, tahta, jabatan, pengaruh, nama besar, karya, dll.
Namun, masa tua tak dapat dihalau. Perlahan tapi pasti, kepemilikan dan capaian akan memisahkan diri dari pemiliknya (kita) kembali kepada Pemilik yang sesungguhnya (Allah). Pasangan (suami-istri) akan berpisah, entah bersamaan atau tidak, anak mulai memisahkan diri dari orangtuanya untuk membentuk keluarga baru. Harta yang telah dimiliki saatnya dibagikan kepada anak-anak. Kekuasaan dan jabatan beralih ke generasi berikutnya. Karya tinggal direkam oleh sejarah.
Puncaknya, ketika harta menjadi milik ahli waris. Semua harus ditinggalkan, dunia memang hanyalah laksana fatamorgana, penuh kesementaraan. Kita bergerak menuju kepada keabadian. Masih ingatkah? Kita datang ke dunia tak punya apa-apa dan meninggalkannya pun tak membawa apa-apa. Masih ingatkah janji yang azali? Kita hanya datang membawa ajaran لا اله إلا الله disambut dengan لا إله إلا الله menjalani hidup dengan لا إله إلا الله dan meninggalkan kesementaraan (dunia) ini semoga tersimpul pula dengan kalimat terakhir "لا إله إلا الله".
---------
Statement "CINTA" kepada ALLAH kadang harus diuji keabsahannya. Antara lain, Allah mencabut sedikit "kepemilikan hamba" untuk menakar kualitas cinta hamba kepada Rabbnya. Benarkah hamba tersebut ridha tatkala kehilangan sedikit dunia demi membuktikan CINTA kpd Allah? Ataukah sebaliknya, ia menukar CINTAnya kpd Allah untuk memperoleh sedikit dunia? Ketika Allah mencabut sedikit "kepemilikan hambaNya" pada hakikatnya Dia sedang menyampaikan sebuah pesan bahwa "itu semua milik Allah, termasuk dirinya". Kehilangan sedikit dunia karena Allah adalah lebih baik daripada kehilangan cinta kepada-Nya karena dunia semata.
Nabi Ibrahim a.s., Ismail, dan Hajar telah membuktikan CINTAnya kpd Allah di atas segalanya, termasuk di atas cinta kepada putranya. Akhirnya, Allah mengangkat posisi Ibrahim a.s. ke posisi yg mulia, sebagai Khalilullah (kekasih Allah). Nama beliau dan keluarganya diharumkan dlm lembaran al-Qur'an ketika Allah menuturkan kisahnya. Dan, Setiap kita bershalawat kpd Nabi Muhammad Saw. dan keluarganya kita juga bershalawat kepada Nabi Ibrahim a.s. dan keluarganya. اللهم صل على (سيدنا) محمد وعلى ال (سيدنا) محمد كما صليت على(سيدنا)إبراهيم وعلى أل (سيدنا) إبراهيم .... Wallahu a'lam.
--------
Terkadang nafsu menerima dan berdamai dgn kebohongan jika kebohongan menguntungkan. Seperti halnya pula nafsu acapkali menolak kebenaran karena harus menanggung resiko sebuah kejujuran.Saat itu nurani menjerit tak bisa menerima . Ia terus menyuarakan kejujuran.
Tatkala nurani (qalbu yg dipenuhi cahaya) perlahan telah meredup, bahkan padam, saat itulah zhulmani (qalbu yg dipenuhi gelapan) memainkan perannya menerima dan berdamai dgn kebohongan untuk meraih keuntungan sesaat. Saat itu jeritan nurani makin membutuhkan nasihat kebenaran dan kesabaran dari saudara yg lain. Dengarkanlah!
Kata "hati-hati" adalah sentuhan yg mengingatkan agar hati tak pernah meredup, apalagi padam dalam melangkah, berucap, dan bertindak. Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami pada agama-Mu dan ketaatan kepada-Mu! Aamiin!
---------
Ikhtiar mencegah mudarat sebaiknya ditunda apabila berpotensi menimbulkan mudarat yang lebih berat. Pandangan yang baik tidak serta merta harus dipublikasikan sebelum menemukan ruang dan momentumnya. Terkadang harus ditunda sampai menemukan ruang dan momentumnya yang pas agar menghadirkan kemaslahstan khalayak (al-maslahat al-'ammah).
Ada baiknya kita belajar dari cara Allah. Dia berkuasa mewahyukan sekaligus Alquran kepada Rasulullah. Akan tetapi kenyataannya, ayat-ayat Alquran diturunkan secara bertahap dalam tempo kurang lebih 23 tahun turun pada setiap momentum dan ruangnya sendiri-sendiri. Hal inilah yang kemudian disebut sababun nuzul atau asbabun nuzul dan makkiyyah-madaniyyah. Dalam studi hadis pun dikenal asbabul wurul.
Pemahaman teks primer Islam (Alquran dan Hadis) yang memisahkan dari momentum historis lahirnya teks-teks tersebut, dapat menimbulkan pemahaman yang tidak relevan. Sehingga, pemahaman yang dihasilkan terkesan mengabaikan ruang dan momentum padahal boleh jadi tujuannya sangat baik.
Dalam mengambil kesimpulan-kesimpulan hukum Islam pun demikian. Ada beberapa variabel yang mesti diperhatikan antara lain :keadaan, tempat (ruang), zaman (momentum). Sambil memperhatikan aspek-aspek tersebut, prosedur pengambilan kesimpulan (istimbat) hukum berupa kaidah -kaidah fiqhiyah dan cara penggunaannya diterapkan. Sehingga hasilnya dapat diukur berdasarkan timbangan ilmiah. Perdebatan akan sampai pada satu titik temu, atau paling tidak, saling memahami dan saling menghormati.
---------
Permusuhan adalah target dan keinginan setan. "Sesungguhnya setan hanyalah menghendaki terjadinya permusuhan di antara kalian... (al-Maidah : 91). Kontestasi atau persaingan tak jarang berubah bentuk menjadi permusuhan di antara sesama anak manusia. Kalau setan sudah berhasil mengubah persaingan menjadi permusuhan maka yang menang jadi arang, yang kalah jadi abu. Pemenang sesungguhnya hanyalah setan.
Sebab, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Demikian petunjuk Alquran.
---------
Jatuh bangun hampir dialami oleh semua manusia. Betapa banyak biografi orang sukses ditulis dengan mengisahkan penderitaannya di masa lalu. Bahkan, orang-orang sukses sering bangga mengisahkan liku-liku hidup dan penderitaannya di masa lalu.
Mereka beralasan bahwa kisah-kisah itu ditulis dengan rapi dan dipublish agar menjadi 'ibrah (inspirasi) bagi generasi setelahnya. Hal ini juga menjadi pola Alquran. Kisah-kisah para nabi dan rasul dan orang bijak (misalnya luqman al-hakim) yang selanjutnya ditetapkan menjadi salah satu nama surah dalam Alquran, yaitu surah Luqman. Tidak hanya mereka, bahkan kisah para pendosa dan penentang rasul pun dimuat, seperti Fir'aun.
Alquran menggunakan pola pembelajaran dalam bentuk kisah, yang selanjutnya diabadikan dalam salah nama surah Alquran, yaitu surah al-Qasas (kisah-kisah). Serpihan cerita mengandung makna bagaimana belajar mengambil hikmah dan menjadi bijak dalam bersikap.
Para sahabat disebut 'sahabat Nabi', karena kesetiaan mereka dalam duka dan suka yang dialami oleh Nabi dalam perjalanan dakwahnya. Abu Bakar rela tidak membangunkan Nabi saat tertidur dalam persembunyian di dalam satu gua karena kelelahan yang dirasakan Nabi, meski Abu Bakar kesakitan dipatok seekor ular kakinya demi menjaga Nabi dari kejaran orang kafir.
Seperti kesetiaan Abu Bakar, Umar bin Khattab pun siap mempertaruhkan nyawanya untuk menolong Nabi saat dihalangi untuk hijrah ke Yatsrib (kini namanya Madinah). Demikian puja Ali yang siap menggantikan tempat tidur Nabi - yang juga nyawa taruhannya - demi memuluskan strategi perjalanan hijrah Nabi dari upaya kaum kafir untuk menghalanginya Demikian pula Usman bin 'Affan yang rela mengorbankan dan mewakafkan kepemilikan hartanya untuk Islam membantu Nabi dalam melancarkan dakwahnya. Bahkan istri Nabi, Khadijah al-Kubra' seorang wanita kaya yang kemudian menghabiskan hartanya demi menyokong dakwah Islam.
Singkatnya, sahabat adalah orang-orang yang hadir di saat suka dan duka, di saat butuh dan dibutuhkan, saat anda sukses dan terpuruk, saat anda naik reputasi atau saat jatuh terjungkal. Saat orang tidak mempercayaimu dan hendak menjatuhkanmu, menceritakan kejelekanmu, seorang sahabat merapat dan melihat sisi kebaikan dan potensimu. Ia hadir mendukung visi dan misi hidupmu yang positif. Reputasimu pun naik karenanya, maka rawatlah hubungan itu, mungkin itu manusia yang dikirim Allah untukmu atau boleh jadi engkau diorbitkan Allah untuk dia.
-----------
1. Ban dalam. Pada mobil dan kendaraan darat lainnya, ada bagian yang terkadang tidak tampak, posisinya di bawah, menentukan mobil/kendaraan dapat berjalan atau tidak. Saat ban terpisah dari bagian lainnya pun masih dapat dimanfaatkan. Dalam kondisi yang sangat genting, termasuk ketika banjir, ia masih dapat dimanfaatkan sebagai pelampung.
2. Cergen. Saat kemarau cergen sering diisi air untuk menampung air bersih untuk berbagai keperluan, terutama untuk air minum. Saat banjir melanda, cergen kosongkan lalu ditutup sedapat mungkin untuk dijadikan pelampung, dan telah terbukti mengantar keselamatan banyak orang.
Dalam hidup ini, terkadang ada orang yang kurang diperhitungkan, namun mereka lebih siap mempertaruhkan nyawanya untuk menolong saudaranya yang membutuhkan. Saat situasi normal, mereka jarang dijadikan perbincangan mengenai kontribusinya, apalagi pengaruhnya, namun keberadaannya sangat bermanfaat, ia hadir saat situasi yang genting (termasuk ketika banjir).
--------
Curang dalam Menguliti Kambing = Korupsi
************************************************
Seseorang yang bertugas menguliti kambing biasanya diberi hak atau bagian untuk mengambil kulit kambing tersebut. Selanjutnya, terserah, dia jual atau diolah dan dimanfaatkan. Itu haknya. Tugasnya adalah bekerja memisahkan kulit dan dagingnya dengan hati-hati, tidak curang sedikit pun.
Dalam memisahkan kulit dari daging dan bagian yang lainnya, dia harus menjaga kepercayaan orang yang mempekerjakannya untuk menguliti kambing tersebut. Ia harus berhati-hati, agar tidak mengambil sedikit pun daging kambing tersebut. Tidak ada haknya kecuali kulitnya semata.
Mengambil sedikit saja selain kulitnya, itu disebut gulul ( غلول atau korupsi). Mengambil sedikit saja -apalagi banyak- dari bagian selain kulit kambing itu, termasuk teririsnya sedikit daging itu dan bercampur antara yang hak (kulit) dan yang bukan haknya (selain kulit). Akibatnya, Menjadikan status kulit terkontaminasi oleh kecurangan mengambil daging meski sedikit, menjadi tidak bersih.
Kewajiban dia adalah memisahkan kulit dan dagingnya. Haram hukumnya apabila ia mengambil/mengiris sedikit pun dagingnya. Ia wajib menyerahkan secara utuh dagingnya kepada si pemiliknya. Haknya adalah mengambil kulitnya saja.
Demikian pula, orang yang dititipi amanah (jabatan) apapun, ia tidak boleh curang mengambil lebih dari haknya. Kalau menjadi pekerja menguliti kambing saja itu amanah memisahkan kulit dari dagingnya, apatah lagi mengemban amanah sebagai pejabat publik. Tanggung jawabnya lebih besar, tidak hanya terhadap KPK tapi lebih lebih di hadapan Allah. Apalagi bermain-main mencari dalil pembenaran untuk mengubah dan mengabsahkan sesuatu yang bukan haknya.
-------
Mengapa Anda Kecewa saat tujuan dan keinginan tidak tercapai? Kekecewaan lebih dekat dengan ketidaktercapaian harapan dan keinginan. Inilah keadaan yang umum. Bahkan ada pula yang berakibat dengan putus-asa. Inilah keadaan yang paling buruk. Andaikan seseorang memahami hikmah di balik setiap keterhalangannya dari cita-citanya maka ia berbahagia. Bahkan, ketercegahan untuk meraihnya adalah pemberian dan pencapaian itu sendiri.
Dalam sebuah kisahnya, seorang berusia paruh baya bercerita. Ia pernah mengamuk di sebuah bandara, lantaran pesawatnya terbang sebelum ia sampai di bandara. Setiba di bandara ia langsung mengamuk dan menghardik sopir taksi yang mengantarnya dan petugas bandara. Akhirnya, ia ditenangkan oleh beberapa petugas bandara.
Berselang beberapa jam ternyata ada kabar bahwa pesawat yang baru saja meninggalkannya itu mengalami kecelakaan dan penumpangnya mengalami kecelakaan meninggal dunia. Hikmahnya adalah bahwa mungkin keterlambatannya merupakan jawaban atas doanya agar ia selamat. Yang bersangkutan pernah berdoa kepada Allah sebelum berangkat agar ia diselamatkan dalam perjalanan. Karena itu, cara Allah menyelamatkan adalah dengan membuatnya ia terlambat mencapai pesawat tersebut.
----------
Kesehatan merupakan impian setiap orang. Kesehatan juga bisa jadi merupakan jawaban dari berbagai macam doa. Mungkin ada orang bahkan Anda pernah berdoa, semoga Allah memberikan rezeki berupa uang atau materi lainnya. Namun, Anda dan keluarga hidup sehat wal afiat, dengan begitu itu Anda tak perlu menghabiskan uang/materi dan waktu untuk berobat. Dengan begitu, Harta anda terjaga, dan batin Anda tenang, bukan?. Dan dengan kesehatan, Anda memiliki kesempatan untuk bekerja menjemput rezeki setiap hari. Padahal, mungkin saat Anda berdoa meminta rezeki, Anda lupa meminta kesehatan, namun Allah tetap memberimu kesehatan.
Kadang kita tidak sadar, doa kita telah diterima,. Kita terlalu fokus pada apa yang kita minta, namun lalai menyadari bahwa Allah memberikan yang lebih baik daripada apa yang kita minta, bahkan yang tidak sempat kita minta padahal sangat dibutuhkan. Bukankah orang sakit saat menderita satu jenis penyakit saja kadang harus mengeluarkan uang miliaran jumlahnya, apalagi jika ia menderita lebih dari satu penyakit.
Memang, nikmat kesehatan kadang tak disadari pentingnya saat ia masih menjadi "mahkota" di atas kepala (saat sehat). Orang yang paling sadar akan pentingnya kesehatan adalah mereka yang sedang menderita sakit. Ini sejalan dengan pernyataan "الصحة تاج على رءوس الأصحاء لا يراه إلا المرضى Artinya: "kesehatan itu adalah mahkota (yang diletakkan/dipasangkan di atas kepala orang-orang sehat. Ia tidak dilihat, kecuali oleh orang-orang yang sakit".
----------
Jika Anda tidak ingin kehilangan sesuatu maka janganlah mengejar sesuatu yang akan lenyap. Jangan bersandar pada makhluk karena makhluk itu akan lenyap (ibnu Atha'illah dalam al-Hikam). Bersandar dan bergantunglah hanya pada Allah. Dia adalah al-Shamad, satu-satunya tempat bergantung.
Jika suatu nikmat mendatangimu, ucapkanlah "welcome", selamat datang, dan bersyukurlah pada yang mengirim kebaikan padamu. Jika kebaikan itu sudah waktunya berpisah denganmu maka bersabarlah, dan lapangkanlah jalan kebaikan berikutnya untuk mendatangimu.
Manusia diuji dari dua sisi. Diberi nikmat untuk menguji, apakah ia bersyukur atau kufur nikmat. Diberi musibah untuk menguji, apakah ia bersabar atau berkeluh kesah. Betapa banyak manusia sadar merasa diuji saat didatangi musibah. Namun, betapa banyak pula manusia yang lalai dan gagal saat diuji dengan nikmat. Tak ada ruang, waktu, dan keadaan dalam hidup ini, kecuali itu hanyalah ujian semata.
--------
Tatkala Anda kecewa karena gagal, boleh jadi Allah sedang menyapamu dengan kelembutanNya. Dia mengajarkan akidah yang mantap bahwa hanya kepada-Nya tempat bergantung dan berharap. Sedangkan akidah yang mantap itu lebih tinggi nilainya daripada apa yang membuatmu kecewa. Letakkan harapan pada Yang tidak pernah membuatmu kecewa. "DIA (Allah)tempat bergantung" (Q.s. al-Ikhlas ayat 2).
--------
Saat kanak-kanak kita tak punya kemampuan (semua hanya bergantung). Saat remaja punya kemauan dan kesempatan tapi belum punya kemampuan. Saat produktif/sudah kerja ada kemampuan tapi belum tentu ada kesempatan. Saat pensiun punya kesempatan dan materi namun tak punya kemampuan lagi.
Berkumpulnya nikmat motivasi, kesempatan, dan kemampuan pada seseorang adalah nikmat yang langka namun sering melalaikan. Bila mendapatkannya secara bersamaan maka keadaan itu merupakan nikmat besar yang mesti disyukuri dan dimanfaatkan. Bila lalai, itu kerugian besar. (terinspirasi Qs. Al-'Ashr).
---------
Bahagia dan sedih datang bergantian? Ucapkan "welcome" padanya. Terima saja! Jika ia ingin pergi, lepaskan saja sepenuhnya, dan ucapkan selamat jalan. Akan ada kebahagian dan kesedihan berikutnya yang segera menyusul. Dunia bukan tempat keabadian, melainkan penuh kesementaraan. Hari ini Anda bahagia atas kelahiran bayi, mungkin hari-hari berikutnya akan ada berita kematian yang menyedihkan.
Kekhawatiran, apalagi enggan menyambut kesedihan atau kekhawatiran yang berlebihan akan perginya kebahagiaan dari diri Anda adalah beban. Kesalahan diri sendiri atau orang lain, bukan untuk dilupakan, melainkan untuk dijadikan pelajaran dan dimaafkan. Memaksakan diri untuk melupakan atau enggan memaafkan selamanya hanya akan menambah beban.
---------
Mengecheck daftar keinginan merupakan pekerjaan yang hampir terlupakan dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, setiap saat daftar keinginan bertambah. Setiap pertambahannya dapat menjadi beban baru.Ada yang mendesak dan ada pula biasa-biasa saja. Ada yang berakhir dengan sendirinya tertimbun dalam hayalan. Ada pula yang mendorong dengan kuat menjadi ambisi.
Pernahkah kita mengecek kesesuaian antara daftar keinginan itu dengan daftar amal-amal yang Allah ridhai yang termaktub dalam Kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya? Ataukah, itu hanya lahir dari keinginan hawa nafsu belaka? Jika belum, maka tentu ridha dan taufik Allah belum menjadi tujuan dari amal-amal kita. Padahal,".... sesungguhnya amal-amal itu bergantung pada tujuannya (niat pelakunya...").Demikian Nabi Saw. mengabarkan.
Setiap orang menginginkan kebahagiaan. Ada yang berkata, jika Anda masih menginginkan kebahagiaan maka sesungguhnya itu tandanya Anda belum bahagia. Jika Anda berhenti menginginkan kebahagiaan maka Anda sedang bahagia seutuhnya. Bahagia itu, puncaknya jika Anda ridha terhadap apa yang Allah ridhai, dan Allah meridhai apa yang Anda ridhai (radhiyatan mardhiyatun).
---------
MEMAKNAI IHRAM
Ihram merupakan salahsatu rukun hajji. Meninggalkannyamengakibatkan hajji tdk sah. Dengan berihram, seseorang telah berada pada anak tangga pertama mendapatkan kedudukan sebagai tamu Allah. Tujuannya semata-mata memperoleh ridha-Nya, bukan yg lain.
Ketika mengenakan pakaian ihram -=dengan penuh kesadaran -, para tamu Allah hendaknya menanggalkan pakaian sehari-hari yg merupakan simbol dan atribut kebesaran, pembeda antara satu dengan yg lainnya. Kenakan pakaian ihram sebagai simbol persamaan, menyandang status yg sama sebagai "dhuyuufur Rahmaan" (tetamu Allah).
Ihram adalah star/awal menyatakan tekad (niat) untuk mematuhi ketentuan, termasuk menghindari larangan-larangan selama menjalani ihram hajji hingga larangan itu berakhir (tahallul). Secara spritual, Ihram menandakan ketaatan penuh dan kepasrahan total kepada-Nya (sebagai esensi dari makna Islam).
Secara sosial, ketika berihram, dilarang berkata kotor, fasik, dan berbantahan. Larangan ini engkau indahkan meski sudah kembali ke tanah airmu. Ihram melambangkan persamaan dan kedamaian. Ia juga melambangkan kasih sayang tanpa batas termasuk kepada tumbuhan dan binatang. Jangan cabut pohon dan jangan berburu atau membunuh binatang selama ihram berlangsung.
Jagalah pesan ihram itu baik saat berihram maupun setelah kembali ke tanah airmu. Insya Allah, kepulangan engkau dinanti manusia sebagai pembawa kedamaian. Engkau dinanti oleh tumbuhan dan binatang untuk kembali menjadi pelindungnya. Engkau kembali ke negerimu sebagai duta rahmatan lil alamiin. Semoga!
--------
Awal keberadaan kita di dunia tak punya apa-apa. Kemudian punya nama pemberian kedua orangtua . Pakaian pun diberikan dan dikenakan untuk menutupi tubuh Ilmu dan pengalaman ditransfer dari orang lain. Tak punya apa-apa, kecuali hanya membawa potensi (fitrah) pemberian Tuhan. Semuanya hanya pemberian.
Lalu, tumbuh beranjak remaja, dan dewasa, serta mandiri. Potensi kita mengalami dinamika, berkembang. Obsesi dan naluri "kepemilikan" juga mendorong untuk berkerja untuk memiliki banyak hal. Ingin memiliki pasangan hidup, keturunan, harta, tahta, jabatan, pengaruh, nama besar, karya, dll.
Namun, masa tua tak dapat dihalau. Perlahan tapi pasti, kepemilikan dan capaian akan memisahkan diri dari pemiliknya (kita) kembali kepada Pemilik yang sesungguhnya (Allah). Pasangan (suami-istri) akan berpisah, entah bersamaan atau tidak, anak mulai memisahkan diri dari orangtuanya untuk membentuk keluarga baru. Harta yang telah dimiliki saatnya dibagikan kepada anak-anak. Kekuasaan dan jabatan beralih ke generasi berikutnya. Karya tinggal direkam oleh sejarah.
Puncaknya, ketika harta menjadi milik ahli waris. Semua harus ditinggalkan, dunia memang hanyalah laksana fatamorgana, penuh kesementaraan. Kita bergerak menuju kepada keabadian. Masih ingatkah? Kita datang ke dunia tak punya apa-apa dan meninggalkannya pun tak membawa apa-apa. Masih ingatkah janji yang azali? Kita hanya datang membawa ajaran لا اله إلا الله disambut dengan لا إله إلا الله menjalani hidup dengan لا إله إلا الله dan meninggalkan kesementaraan (dunia) ini semoga tersimpul pula dengan kalimat terakhir "لا إله إلا الله".
---------
Statement "CINTA" kepada ALLAH kadang harus diuji keabsahannya. Antara lain, Allah mencabut sedikit "kepemilikan hamba" untuk menakar kualitas cinta hamba kepada Rabbnya. Benarkah hamba tersebut ridha tatkala kehilangan sedikit dunia demi membuktikan CINTA kpd Allah? Ataukah sebaliknya, ia menukar CINTAnya kpd Allah untuk memperoleh sedikit dunia? Ketika Allah mencabut sedikit "kepemilikan hambaNya" pada hakikatnya Dia sedang menyampaikan sebuah pesan bahwa "itu semua milik Allah, termasuk dirinya". Kehilangan sedikit dunia karena Allah adalah lebih baik daripada kehilangan cinta kepada-Nya karena dunia semata.
Nabi Ibrahim a.s., Ismail, dan Hajar telah membuktikan CINTAnya kpd Allah di atas segalanya, termasuk di atas cinta kepada putranya. Akhirnya, Allah mengangkat posisi Ibrahim a.s. ke posisi yg mulia, sebagai Khalilullah (kekasih Allah). Nama beliau dan keluarganya diharumkan dlm lembaran al-Qur'an ketika Allah menuturkan kisahnya. Dan, Setiap kita bershalawat kpd Nabi Muhammad Saw. dan keluarganya kita juga bershalawat kepada Nabi Ibrahim a.s. dan keluarganya. اللهم صل على (سيدنا) محمد وعلى ال (سيدنا) محمد كما صليت على(سيدنا)إبراهيم وعلى أل (سيدنا) إبراهيم .... Wallahu a'lam.
--------
Terkadang nafsu menerima dan berdamai dgn kebohongan jika kebohongan menguntungkan. Seperti halnya pula nafsu acapkali menolak kebenaran karena harus menanggung resiko sebuah kejujuran.Saat itu nurani menjerit tak bisa menerima . Ia terus menyuarakan kejujuran.
Tatkala nurani (qalbu yg dipenuhi cahaya) perlahan telah meredup, bahkan padam, saat itulah zhulmani (qalbu yg dipenuhi gelapan) memainkan perannya menerima dan berdamai dgn kebohongan untuk meraih keuntungan sesaat. Saat itu jeritan nurani makin membutuhkan nasihat kebenaran dan kesabaran dari saudara yg lain. Dengarkanlah!
Kata "hati-hati" adalah sentuhan yg mengingatkan agar hati tak pernah meredup, apalagi padam dalam melangkah, berucap, dan bertindak. Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami pada agama-Mu dan ketaatan kepada-Mu! Aamiin!
---------

Tidak ada komentar:
Posting Komentar