Sahyul Blog

Jumat, 13 Desember 2019

Naskah Pak Yusuf 3

Hidup ini idealnya bergerak berlandaskan sebuah nilai luhur. Hanya saja, secara faktual, terkadang nilai luhur itu membutuhkan ikhtiar, meminta jihad dan pengorbanan. Ikhtiar untuk bergerak meninggalkan lingkungan lama yg tidak kondusif menuju lingkungan baru yg baik, lebih baik, hingga yg terbaik menjadi keniscayaan dlm hidup ini.

Seseorang terkadang dasarnya baik, tetapi tdk didukung oleh lingkungannya, maka ia tidak bertumbuh dan berkembang menjadi baik dan lebih baik. Karena itu, manusia yg baik mesti didukung oleh lingkungan yg baik pula. Bahkan, Nabi Saw. pun berupaya keluar dr lingkungan Mekkah, Habasyah, dan Thaif yg kurang kondusif dan melakukan emigrasi bersama sahabat² beliau ke Yatsrib (Madinah skrg). Dari Madinah beliau membangun tatanan sosial yg baik, dari sanalah dakwah dan peradaban Islam berkembang pesat.

Jika diandaikan Nabi Saw. dan kaum Muhajirin dgn emas (generasi emas) yg disatu-padukan dgn generasi emas dari kaum Anshar maka Madinah adalah lingkungan baru yg kondusif. Meskipun di dalamnya ada Yahudi dan Nasrani, namun tdk mendominasi. Pristiwa historis (hijrah) tsb sejalan dgn kalimat bijak إن تغرب هذا عز مطلبه وإن تغرب ذاك عز كالذهب "Bila Anda pisahkan biji emas dari tanah maka ia menjadi mulia dan dicari. Dan, jika Anda memisahkan kayu gaharu dari kayu bakar maka ia menjadi mulia sebagaimana halnya emas".

Kemuliaan kadang baru bisa diraih dgn jihad dan hijrah.

-------

Hidup adalah gerak dan perubahan. Dinamika selalu terjadi setiap saat, sebab hidup di dunia penuh dgn kesementaraan. Terhadap irama gerak kehidupan, manusia harus mampu beresonansi dengannya. Tak perlu khawatir, apalagi memaki perubahan yg terjadi. Justru, manusia harus mampu memimpin perubahan dan memastikan perubahan bergerak ke arah yg baik dan benar. Kalau tidak, perubahan akan menggilas manusia.

Matahari pun setiap hari terbit dan terbenam mengikuti sunnatullah. Kemunculannya di siang hari memancarkan cahayanya menerangi planet bumi dan memberi energi kehidupan kpd makhluk Tuhan. Ketersembunyiannya di malam hari mengingatkan manusia untuk istirahatkan fisik dan menajamkan rohani. Ia terus bergerak menebar manfaat. Rupanya inilah antara lain rahasia matahari tatkala Allah bersumpah "Demi matahari..." dlm surah asy-Syamsi.

Dalam ungkapan syair, manusia dianalogikan dgn matahari :والشمس لو وقفت في الفلك دائمة لملها الناس من عجم ومن عرب "Dan sang surya, andaikan tetap (berdiam) di ufuk, niscaya menjemukan manusia, baik bagi non Arab maupun orang Arab".

-------

Mengembara untuk mewujudkan tujuan yg baik, khususnya perjalanan untuk tujuan menuntut ilmu merupakan salah satu jalan yg dianjurkan. Para ulama sekaliber imam Syafi'i misalnya, beliau mengembara ke beberapa tempat dan negeri untuk menemui sejumlah ulama dan berguru kepada mereka.

Masalahnya, untuk memulai suatu pengembaraan dan perjalanan jauh, seseorang kadang merasakan dilema. Terasa berat untuk meninggalkan lingkungan lama yg terasa sudah menyatu dlm hidup. Kenangan indah bersama orang² yg baik seolah tak ada lg penggantinya di tempat tujuan yg baru. Belum lg kekhawatiran terhadap kemungkinan adanya kesulitan hidup di sana, dan entah kpd siapa harus minta tolong.

Terhadap kekhawatiran tsb, diingatkan kpd pemuda yg hendak menuntut ilmu: "سافر تجد عوضا عمن تفارقه وانصب فإن لذيد العيش فى النصب" (Tempuhlah perjalanan jauh! Kamu akan mendapatkan pengganti org² yg kamu tinggalkan. Dan berusahalah, krn sungguh nikmatnya hidup ada pada usaha keras).

---------

Masa lalu telah berlalu, masa sekarang kita berada di dalamnya, masa depan penuh teka-teki dan ketidakpastian di sisi manusia.

Jangan putus asa karena masa lalu, ia telah berlalu. Jangan terlena dgn kemewahan atau larut dlm ratapan penderitan hari ini, karena ketika berlalu gulita dan senyapnya malam, akan segera terbit sang surya, sang penerang.

Jangan bergantung dan berharap pada masa depan. Tapi, bergantung dan berharaplah pada Allah yg menciptakan masa lalu, kini, dan masa depan. Hanyalah Allah satu satunya tempat bergantung dan berharap "الله الصمد"

---------

Sungguh, manusia diangkat menjadi khalifah untuk memakmurkan bumi. إني جاعل فى الأرض خليفة "Sesungguhnya Aku bermaksud menjadikan manusia (Adam) sebagai khalifah di bumi" (Q.S. al-Baqarah : 30). Sebagai khalifah, manusia bertugas untuk memelihara dan mengantarkan segala sesuatu yg ada di bumi untuk mencapai tujuan penciptaannya.

Itu sebabnya, dilarang memetik buah-buahan yg belum matang kecuali untuk alasan tertentu yg dibenarkan. Sebagai misal, memetik buah sawo manila yg muda untuk dijadikan obat tipus. Kalau dipetik lalu dibuang, berarti manusia gagal memelihara dan mengantar tumbuhan tsb pada tujuannya, yaitu untuk dinikmati oleh manusia atau binatang tatkala sdh matang.

Begitu pula halnya, dilarang menyembelih binatang yg belum mencapai usia tertentu. Misalnya, tidak sah, bahkan dilarang berkurban dgn anak kambing yg blm mencapai umur, karena blm mencapai tujuannya sbg sumber gizi hewani yg bermanfaat bg manusia.

Tugas manusia terhadap sesamanya, antara lain diwujudkan dlm bentuk pendidikan, amar ma'ruf, dan nahi mungkar. Tugas-tugas tsb bertujuan mengantar manusia untuk mewujudkan tujuan penciptaannya, yaitu melaksanakan penghambaan dgn benar kpd Allah dan menebar manfaat kepada seama manusia pd khususnya, dan sesama makhluk pd umumnya. والله أعلم

--------

** KETIKA ILMU MINUS NILAI LUHUR ****

Proses interaksi antara guru dan murid adalah interaksi edukatif. Karenanya keseluruhannya merupakan proses pendidikan, tdk hanya transfer pengetahuan (knowledge) dari otak guru ke memori muridnya, melainkan jg transfer nilai-nilai (values) dari kesadaran dan penghayatan guru kepada hati para murid.

Jika seorang pengajar hanya fokus mencerdaskan otak murid/siswanya, maka otaknya akan penuh sesak dgn teori. Sementara, hatinya kosong tak terisi nilai-nilai luhur. Keadaan ini mengantar para murid (generasi) kelak tumbuh dan berkembang dijejali dgn sekumpulan informasi teoretis, namun hati yg tak tercerahkan (buta). Ilmu bergerak ke atas, sementara akhlak ke bawah. Tak berjalan seirama.

Akibatnya, lahirlah generasi dgn strata pendidikan tinggi, namun minus integritas, minus iman, dan minus akhlak. Padahal, suatu bangsa tdk hanya akan rusak di tangan orang-orang bodoh (tdk profesional), melainkan juga di tangan kaum terpelajar yg memperturutkan hawa nafsu duniawi semata.

Berkaitan dgn itu, kita diajarkan satu doa: اللهم إني أعوذ بك من علم لاينفع ومن قلب لايشبع ومن دعوة لايستجاب لها (ya Allah, sungguh aku memohon perlindungan kpd-Mu dari suatu ilmu yg tdk bermanfaat (tdk membawa kemaslahatan), dari hati/jiwa yg tdk pernah puas, dan dari doa yg tdk diijabah).

Akhirnya, Paradigma pendidikan harus bergerak mencerdaskan otak, menajamkan hati (dgn nilai iman dan takwa), menyempurnakan akhlak, menyehatkan fisik demi mewujudkan generasi yg tangguh dan mewujudkan manusia seutuhnya. Semoga! Amin! والله اعلم.

--------

Apa itu "الحمد لله"?

Kita sering mendengar atau mengucapkan الحمد لله saat mendengarkan berita yg membahagiakan, atau ketika menerima nikmat, serta terhindar dr suatu musibah.

Lalu, bagaimana, andaikan trjd keadaan sebaliknya? Apakah ucapan tersebut dipending ataukah tetap terucap? Hakikatnya, memuji Allah dan bersyukur kpdNya itu dalam semua keadaan.

Tidak semua org mampu memuji Allah dan mensyukuriNya. Kalau bukan krn pertolonganNya, niscaya kt tak mampu memuji dan mensyukuriNya. Itulah antara lain makna doa "اللهم اعني على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك" ( ya Allah, tolonglah aku untuk selalu mengingatMu, bersyukur kpdMu, dan mewujudkan ibadah yg baik kpdMu).

Seluruh pujian hanya pantas diterima dan disandang oleh Allah. Oleh krn itu, tatkala saya, Anda, dan kita semua memperoleh pujian dr sesama maka pujilah Allah yg telah menampakkan sisi baikmu dan menutup aibmu. Dia hanya menutupnya shg tampak yg terpuji sj. Allah memberi pahala atas kebaikanmu dan menangguhkan hukumanNya atas keburukanmu serta menunggumu untuk brtobat.
Maka الحمد لله على كل حال وفى كل حال .

---------

APA MAKNA "انا لله وانا اليه راجعون"?

Rasa kepemilikan terhadap sesuatu sering menguasai jiwa. Padahal, segalanya hanya titipan, bersyukur apabila dipercaya mengurusnya sekaligus mempertanggung-jawabkannya di hadapan Pemiliknya.

Terkadang Allah menambah titipanNya, terkadang pula mengambilnya lalu menggantikan yg lain yg setara atau yg lebih baik. Bahkan pada saat yg telah ditentukan, Dia mengambilnya tanpa menggantikannya. Saat seluruh titipan itu ditariknya maka amanah kehidupan dunia pun diakhirinya.

Sesungguhnya, manusia tak memiliki sesuatu, bahkan manusia tidak lain adalah milik Allah dan pasti kembali kepadaNya. Kesadaran tak memiliki apa-apa itu terlafazkan saat ada musibah atau mengetahui ada seseorang yg meninggal. انا لله وانا اليه راجعون.

Rasa kepemilikan itu yg membuat manusia lalai, serakah, bakhil. Sebaliknya, kesadaran bhw semuanya, termasuk diri kita adalah milik Allah "انا لله "akan menjadikan titipan itu bukan tujuan, melainkan tujuan kita adalah Allah "اليه راجعون "hanya kepadaNya (tujuan) kita kembali". Entah kapan wktunya, di mana terjadinya, dan bagaimana cara terjadinya. الله اعلم

-----



Share This

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

©copyright Sahyul Blog 2019 - Designed By Blogger Templates | Distributed By Gooyaabi Templates